source: scaryforkids
translate by: Sasha
Aku berlari ke sekolahku secepat yang aku bisa. Beruntung, aku tepat
waktu. Aku tidak pernah terlambat ke sekolah. Tapi hal yang buruk
adalah, sahabatku tidak datang ke sekolah hari ini. Aku tidak melakukan
apa-apa saat jam makan siang, jadi aku bosan. Aku sedang berjalan
mengelilingi sekolah saat aku melihat seorang gadis duduk sendiri, jauh
dari yang lain.
Dia sendiri, memakan bekalnya. Dia terlihat kesepian, jadi aku akan mencoba untuk menjadi temannya.
“Hai, siapa namamu?” tanyaku, sambil duduk di sebelahnya. Dia berhenti
makan, lalu menatapku. “Namaku Daisy.” Jawabnya pelan. “Kenapa kau duduk
disini sendiri?” tanyaku. “Aku anak baru disini.” Jawabnya. “Aku baru
pindah kesini beberapa hari yang lalu dan aku tidak punya teman.”
“Oh.” Kataku sambil melihat bekalnya. “Bekal yang imut. Apa kau membuatnya sendiri? Terlihat enak.”
Bekalnya diisi penuh dengan daging. “Tidak. Ibu yang membuatkanku bekal
setiap hari.” Katanya. “Mau mencobanya?” Dia menyerahkan kotak bekalnya
kepadaku. Aku memakannya. Rasanya enak. “Wow, rasanya enak!” kataku,
terkejut. Dia terlihat senang. “Benarkah? Terima kasih!” katanya. “Aku
akan meminta ibuku untuk membuatkanmu bekal besok!”
Aku
mengangguk. Dia tersenyum kepadaku. Aku membalasnya tersenyum. Saat aku
pulang sekolah, aku menerima pesan teks dari sahabatku kalau besok dia
tidak masuk karena sakit. Aku sedih, tapi aku tidak akan sendiri. Karena
aku punya teman baru.
Keesokan harinya, aku kebawah tangga saat
jam makan siang. Aku sudah tidak sabar untuk memakan bekal makan siang
yang dia buatkan untukku. Dia menunggu di bangku yang sama saat kami
bertemu kemarin. “Ini bekal yang ibuku buatkan untukmu.” Katanya ceria.
“Terima kasih!” kataku. Saat aku membuka kotak bekalnya, aku mencium bau
daging panggang. Terlihat enak. Aku menusuk garpuku pada daging itu,
lalu memasukkannya ke mulutku. Ini lebih enak dari yang kemarin. Aku
bertanya-tanya bagaimana ibunya bisa memasak seenak ini.
“Terima kasih banyak! Ini bekal yang tepat!” kataku.
“Apa kau mau ke rumahku?” tanyanya. “Tentu saja!” jawabku. Hari itu,
sepulang sekolah, aku menelpon ibuku untuk memberitahu bahwa hari ini
aku akan pulang telat. Rumah Daisy sangat jauh dari rumahku dan rumahnya
juga jauh dari rumah-rumah yang ada di blok-nya.
Rumahnya
terlihat indah dari luar, tapi saat aku berjalan di dalam rumahnya, bau
yang tidak enak tercium di hidungku. Baunya sangat menyengat, tapi Daisy
sepertinya tidak terganggu akan bau itu, dan aku tidak ingin melakukan
sesuatu yang memalukan di depannya.
Dia membawaku ke dapurnya
dan baunya jauh lebih parah lagi. Aku menahan nafasku. Dia menyuruhku
duduk, jadi aku duduk di kursi. Baunya membuatku hampir muntah. Ada apa
dengan rumah ini? Tanyaku dalam hati.
“Apa kau pernah memakan lidah?” Tanya Daisy.
“Lidah?” tanyaku bingung.
“Ya, lidah panggang.” Katanya, tersenyum. “Itu adalah rasa yang terbaik dari semuanya.”
“Tidak, terima kasih.” Jawabku. “Kedengarannya aneh. Mungkin lebih baik kita makan daging seperti yang kita makan tadi siang?”
“Oke, tidak masalah.” Daisy tersenyum. Lalu, dia membuka kulkas. Bau
busuk keluar dari sana. Saat Daisy berbalik, aku merasa ngeri dengan apa
yang ada di dalamnya. Ada setengah daging manusia(perempuan). Matanya
menatap dengan tatapan kosong.
“Oh, aku minta maaf.” Kata Daisy. “Aku lupa memperkenalkanmu dengan ibuku!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar